Sebanyak 20 ribu warga Desa Sinar Jaya, Kabupaten Sinar Jaya, mengungsi akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. “Kami terpaksa mengungsi karena rumah kami sudah terendam air hingga setinggi pinggang,” ujar Siti, salah seorang korban banjir.

Banjir bandang tersebut terjadi pada hari Rabu, 10 Februari 2021, sekitar pukul 03.00 dini hari. Hujan deras yang mengguyur sejak malam membuat sungai di sekitar desa meluap dan menyebabkan banjir.

Desa Sinar Jaya terletak di lereng Gunung Sinar Jaya, yang rentan terhadap bencana alam seperti banjir bandang. Warga setempat sudah terbiasa dengan kondisi tersebut, namun banjir kali ini dinilai sebagai yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah setempat bersama tim SAR telah melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir. Mereka dibawa ke tempat pengungsian sementara yang telah disiapkan oleh pemerintah.

Sementara itu, Kepala Desa Sinar Jaya, Budi, mengatakan bahwa bantuan logistik dan kebutuhan pokok sudah mulai didistribusikan kepada warga yang mengungsi. “Kami berusaha memberikan bantuan secepat mungkin agar warga tidak kesulitan di tempat pengungsian,” ungkap Budi.

Tim SAR juga terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan akibat banjir bandang. Mereka bekerja keras meskipun kondisi cuaca masih belum menentu.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat banjir bandang di Desa Sinar Jaya. Namun, kerugian materiil akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Pemerintah daerah berjanji akan memberikan bantuan dan rehabilitasi kepada warga yang terdampak banjir bandang. Mereka juga akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca agar dapat mengantisipasi bencana serupa di masa mendatang.

Warga Desa Sinar Jaya berharap agar bantuan dari pemerintah dan masyarakat luas terus mengalir untuk membantu proses pemulihan pasca bencana banjir bandang yang melanda desa mereka. “Kami berharap dapat segera kembali ke rumah dan memulai kehidupan normal kami,” ujar Siti, salah seorang korban banjir.