Bupati Siak, Afni Zulkifli, menggelar diskusi dan dialog dengan pelaku usaha Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di Kabupaten Siak pada Senin (23/2/2026). Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Zamrud, Komplek Rumah Rakyat, dimana Afni meminta perusahaan untuk mendukung gerakan zakat yang digagas Pemerintah Daerah bersama Baznas Siak.

Afni menekankan pentingnya perusahaan dalam mendorong karyawan muslim untuk menunaikan zakat profesi maupun harta melalui lembaga resmi Baznas di tingkat kecamatan dan kelurahan. “Kami berharap pemilik PKS memiliki tanggung jawab sosial dan mensosialisasikan zakat kepada karyawan muslim agar dana umat kembali bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Afni.

Potensi zakat di Kabupaten Siak cukup besar, namun pengelolaannya masih belum maksimal. Dari sekitar 40 perusahaan, sebagian besar belum menyalurkan zakat. Afni menyoroti hal ini karena dana yang dihimpun Baznas dapat membantu kaum duafa dan mendukung upaya Pemerintah Daerah menekan angka kemiskinan.

Baznas juga diperkenalkan kepada pelaku PKS sebagai lembaga yang dapat menyalurkan dana zakat dengan transparan dan tepat sasaran. Bupati Afni menetapkan target Baznas di tahun 2026 sebesar Rp35 miliar, yang diharapkan tercapai melalui kontribusi aktif perusahaan dan karyawan muslim.

Diskusi tersebut tidak hanya membahas zakat, tetapi juga kolaborasi Kerja Sama Operasional (KSO) sawit, penguatan forum CSR satu pintu, pengelolaan infrastruktur, dan potensi BUMD outsourcing. Afni menekankan perlunya pengelolaan CSR yang terbuka dan menyasar masyarakat yang memang membutuhkan, agar manfaat program sosial lebih merata.

Sekitar 35 persen warga Siak berada di desil 1–5 dari total 500 ribu penduduk, dan mereka menjadi fokus utama program zakat dan CSR. Dialog ini menjadi ruang terbuka antara pemerintah daerah dan pelaku usaha, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong tanggung jawab sosial perusahaan dan optimalisasi dana zakat untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Siak.