Hari Raya Enam atau yang dikenal dengan Hari Raya Ziarah memiliki makna khusus bagi masyarakat Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar. Perayaan ini dilakukan setiap tanggal 8 Syawal, seminggu setelah Idulfitri. Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, menyampaikan bahwa tradisi ini terus dijaga sejak masa kecilnya hingga tahun 2026.

Dalam Festival Lomang Ayo Onam di depan Kantor Desa Pulau Lawas, Bupati Ahmad Yuzar menyatakan, “Berbicara tentang Hari Raya Onam, ingatan kita langsung tertuju ke Kecamatan Bangkinang Lama, satu-satunya daerah di Riau yang merayakan hari raya enam hari setelah puasa Ramadan.”

Bupati yang lahir dan besar di Bangkinang ini menekankan bahwa Ayo Onam merupakan kearifan lokal yang diwariskan nenek-moyang mereka. Tradisi ini bukan hanya adat, tapi juga memiliki dasar agama yang kuat, ujarnya sambil bernostalgia.

Puasa enam hari setelah Ramadan berlandaskan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Ayyub Al-Anshari, ungkap Bupati Ahmad Yuzar. Menurut beliau, masyarakat Bangkinang memaknai puasa enam hari ini secara berurutan dan merayakannya sebagai Hari Raya Enam.

Bupati menambahkan bahwa Ayo Onam kini juga menjadi kalender pariwisata Kabupaten Kampar. Tradisi ini lestari dan menjadi wadah silaturahmi bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang tidak pulang saat Idulfitri.

Perayaan Ayo Onam biasanya diawali dengan ziarah ke makam leluhur di pemakaman umum, diakhiri dengan makan bajambau atau makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan kekompakan masyarakat Kecamatan Bangkinang. Tradisi ini menjadi momen penting untuk mengumpulkan masyarakat, termasuk warga yang merantau.