BPH Migas Memastikan Produksi BBM Kilang Dumai Optimal Jelang Ramadan dan Idulfitri

DUMAI – BPH Migas memastikan operasional produksi bahan bakar minyak (BBM) di Pertamina Patra Niaga Refinery Unit II Dumai berada dalam kondisi optimal menjelang periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Kilang tersebut menjadi simpul penting pasokan energi nasional, terutama untuk wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). Kunjungan lapangan dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Prabowo Subianto serta kebijakan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral guna memastikan operasional kilang domestik tetap stabil di tengah dinamika geopolitik global.

Menurut Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, hasil pemantauan menunjukkan kilang tersebut mampu beroperasi secara optimal dan memproduksi berbagai jenis BBM untuk memenuhi kebutuhan domestik. “Kilang RU II Dumai dipastikan dalam kondisi andal untuk memproduksi berbagai produk BBM, khususnya guna mendukung kebutuhan energi masyarakat di wilayah Sumatera bagian utara,” ujarnya saat melakukan kunjungan di Dumai.

Kilang RU II Dumai merupakan fasilitas pengolahan terbesar milik Pertamina dengan kontribusi sekitar 16,5 persen dari total kapasitas pengolahan perusahaan. Kilang ini memiliki kapasitas pengolahan mencapai 170 ribu barel per hari, yang terdiri dari Kilang Dumai berkapasitas 120 ribu barel per hari dan Kilang Sei Pakning sebesar 50 ribu barel per hari. Selain memproduksi BBM seperti solar dan turunannya, kilang tersebut juga menghasilkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau avtur ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi dan pengurangan emisi karbon.

Dalam kunjungan tersebut, BPH Migas juga melakukan pengecekan ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Dumai. Berdasarkan pemantauan melalui sistem Automatic Tank Gauge (ATG), ketersediaan BBM jenis solar maupun gasoline, termasuk pertalite, berada dalam kondisi aman.

Sales Area Manager Retail Riau Pertamina Patra Niaga, Wilson Eddi Wijaya, memastikan pasokan dan distribusi BBM tetap terjaga serta kualitas produk terus dipantau melalui pemeriksaan rutin setiap hari. Pemerintah bersama Pertamina juga telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi peningkatan konsumsi BBM selama periode Ramadan dan Idulfitri, sehingga masyarakat diharapkan tidak perlu melakukan panic buying.