Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau akan segera mengajukan bantuan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dan helikopter water bombing ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai respons terhadap meluasnya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau.
Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal, melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur, menyampaikan bahwa kegiatan TMC diharapkan dapat meningkatkan curah hujan di Riau karena informasi dari BMKG menunjukkan penurunan curah hujan di daerah tersebut, terutama di daerah pesisir.
Menyikapi kondisi cuaca yang mengkhawatirkan, pihak BPBD Damkar Riau juga akan mengajukan bantuan helikopter water bombing untuk memadamkan Karhutla yang sulit dijangkau oleh tim darat. Bantuan helikopter water bombing dan helikopter patroli juga akan segera diajukan.
Sebelum mengajukan bantuan tersebut, BPBD Damkar Riau harus menetapkan status siaga darurat Karhutla dan saat ini masih menunggu penetapan dari tingkat kabupaten/kota terlebih dahulu. Setelah penetapan dari tingkat kabupaten/kota, selanjutnya akan ditetapkan status tingkat provinsi.
Hingga saat ini, terdapat lima daerah di Riau yang terdampak Karhutla, yaitu Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Pelalawan, dan Kota Dumai. Tim pemadam Karhutla masih berupaya memadamkan dan mendinginkan kebakaran di lima daerah tersebut dengan bantuan dari pihak swasta.
BPBD Damkar Riau terus berupaya dalam penanggulangan Karhutla yang terjadi di Riau dengan mengajukan bantuan TMC dan helikopter water bombing. Upaya ini dilakukan demi meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh Karhutla terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.