Badan Pengusahaan (BP) Batam memperkuat koordinasi dengan pelaku usaha dan pemangku kepentingan guna merespons tantangan global serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pertemuan tersebut menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan strategis periode 2026–2027, dengan menyerap langsung aspirasi dunia usaha. “Berbagai isu kami bahas, mulai dari dampak kenaikan BBM, kondisi ekonomi global, hingga persoalan SDM,” ujarnya pada Kamis.
Masukan pelaku usaha dianggap penting oleh Amsakar untuk menyusun kebijakan yang adaptif dan menjaga stabilitas ekonomi Batam. Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menyebut diskusi juga melibatkan aparat kepolisian dan instansi terkait untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Ia mengakui percepatan perizinan, termasuk Hak Pengelolaan Lahan (HPL), masih menjadi tantangan karena membutuhkan koordinasi dengan sejumlah kementerian.
BP Batam berkomitmen meningkatkan pelayanan guna menciptakan iklim investasi yang kondusif. Di sisi lain, kinerja ekonomi Batam menunjukkan tren positif. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat 6,76 persen, meningkat dari 6,69 persen pada tahun sebelumnya. Amsakar optimistis, dengan kolaborasi yang kuat, Batam mampu menjaga pertumbuhan ekonomi dan memperkuat perannya sebagai motor ekonomi di Kepulauan Riau.