Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan rantai pasok bahan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Kepulauan Riau berjalan optimal. Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi daerah.
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menegaskan seluruh pihak yang terlibat memiliki tanggung jawab bersama dalam menyukseskan program tersebut, terutama dalam memenuhi kebutuhan gizi kelompok rentan seperti balita dan pelajar.
“Fokus utama MBG adalah memastikan asupan gizi terpenuhi, sekaligus memberi dampak luas bagi masyarakat,” ujarnya dalam rapat konsolidasi di Batam, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, selain meningkatkan kualitas gizi, program MBG juga memberikan efek ekonomi melalui penguatan rantai pasok bahan pangan di daerah.
Di Kepulauan Riau, program ini saat ini didukung oleh 230 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), lebih dari 9.000 relawan, serta ratusan pemasok bahan pangan. Hingga akhir Maret 2026, jumlah penerima manfaat telah mencapai 579.270 orang atau sekitar 85 persen dari target.
Kota Batam menjadi wilayah dengan capaian tertinggi, didukung 135 dapur MBG yang melayani lebih dari 394 ribu penerima manfaat. Sony menekankan pentingnya kesiapan rantai pasok, khususnya untuk bahan pokok seperti beras dan telur yang dibutuhkan setiap hari.
Ia mencontohkan, kebutuhan telur di satu provinsi bisa mencapai ratusan ribu butir per hari seiring banyaknya dapur MBG yang beroperasi.
Selain itu, ia mengingatkan seluruh mitra untuk menjaga integritas pelaksanaan program. Tidak boleh ada praktik markup harga maupun penurunan kualitas makanan.
“Program ini menyangkut kepentingan masyarakat, sehingga setiap penggunaan anggaran harus transparan dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menilai keberhasilan MBG sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, mitra, dan masyarakat menjadi kunci agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Capaian ini patut diapresiasi karena telah memberikan dampak nyata, terutama dalam meningkatkan gizi anak dan mendukung konsentrasi belajar,” ujarnya.