Balai Bahasa Provinsi Riau melakukan audiensi strategis dengan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau pada Jumat (13/3/2026) untuk membahas persiapan teknis Pemilihan Duta Bahasa (Pildubas) Riau 2026 sekaligus menjajaki kerja sama program kebahasaan di kalangan mahasiswa. Kepala Balai Bahasa Riau, Dr. Umi Kulsum, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing sebagai fondasi literasi, jati diri, dan daya saing bangsa.
Rektor Prof. Dr. Hj. Leny Nofianty menyambut hangat audiensi ini, menegaskan bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga penjaga peradaban yang harus dirawat. Ia menekankan bahwa mahasiswa perlu tetap relevan di tingkat global tanpa kehilangan jati diri lokal, dan menyatakan dukungan penuh terhadap Pildubas 2026 sebagai wadah pengembangan diri mahasiswa.
Dalam pertemuan tersebut, Dr. Umi Kulsum didampingi delegasi lengkap Balai Bahasa, termasuk staf ahli, narahubung kegiatan Yulita Fitriana, Marlina, serta perwakilan Ikatan Duta Bahasa Riau, Ade Puspita Ningsih dan Dini Nofira. Kehadiran para Duta Bahasa menunjukkan keterlibatan aktif pemuda dalam mengawal literasi dan kebahasaan di Riau.
Pihak universitas berharap sinergi ini menjadi pemantik bagi mahasiswa untuk terus berprestasi dan berkontribusi dalam agenda kebahasaan nasional di masa depan. Rektor Leny Nofianty menegaskan bahwa kerja sama antara Balai Bahasa dan universitas merupakan langkah strategis dalam memajukan dunia kebahasaan di Riau.
Menurut Dr. Umi Kulsum, Pildubas 2026 akan menjadi ajang yang mempertemukan mahasiswa berbakat dalam bidang kebahasaan untuk berkompetisi dan berkolaborasi dalam pengembangan potensi bahasa. Program ini diharapkan dapat mencetak generasi muda yang unggul dalam bidang kebahasaan dan literasi.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Leny Nofianty juga menyoroti pentingnya menjaga keberagaman bahasa daerah di tengah arus globalisasi. Ia menyatakan komitmen universitas dalam mendukung upaya pelestarian bahasa daerah serta pengembangan bahasa Indonesia di kalangan mahasiswa.
Kepala Balai Bahasa Riau, Dr. Umi Kulsum, menambahkan bahwa audiensi ini juga sebagai bentuk upaya untuk membangun kesadaran akan pentingnya penggunaan bahasa yang baik dan benar di kalangan mahasiswa. Ia berharap kerja sama ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas kebahasaan di Riau.