Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan bahwa vaksinasi massal untuk anak usia 12-17 tahun akan segera dilaksanakan. Hal ini sebagai upaya pemerintah dalam mempercepat penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia. “Kami akan segera memulai vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun dalam waktu dekat,” kata Budi dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Senin (25/10).

Vaksinasi massal tersebut akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari kota-kota yang memiliki tingkat kasus COVID-19 tertinggi. “Kami akan fokus pada daerah-daerah yang memiliki risiko tinggi penularan COVID-19, seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung,” ujar Budi.

Menurut Budi, vaksin yang akan digunakan untuk anak usia 12-17 tahun adalah vaksin produksi Sinovac. “Vaksin Sinovac telah terbukti aman dan efektif untuk anak-anak usia remaja,” tambahnya. Selain itu, pemerintah juga akan menyediakan vaksin Pfizer untuk kelompok usia yang sama.

Vaksinasi massal untuk anak usia 12-17 tahun ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). “Kami sangat mendukung kebijakan pemerintah dalam melibatkan anak-anak dalam program vaksinasi COVID-19,” kata Ketua Umum IDAI, dr. Aman Bhakti Pulungan.

Pulungan menegaskan pentingnya vaksinasi anak-anak dalam menekan penyebaran virus corona. “Anak-anak juga rentan terinfeksi virus corona, oleh karena itu vaksinasi untuk anak-anak sangat penting dilakukan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan vaksinasi massal untuk anak usia 12-17 tahun, pemerintah akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat dan sekolah-sekolah. “Kami akan melibatkan sekolah-sekolah dalam proses vaksinasi ini, sehingga prosesnya dapat berjalan dengan lancar,” tutup Budi.