Setiap tahunnya, garis pantai di pulau Kabupaten Bengkalis, provinsi Riau, semakin tergerus akibat lajunya arus dan gelombang Selat Melaka. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak yang ditimbulkan oleh erosi pantai ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis, Ahmad Yuzar, mengungkapkan bahwa fenomena ini telah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Erosi pantai ini telah mengancam pemukiman warga di sekitar garis pantai.

“Kami terus melakukan pemantauan dan upaya-upaya penanggulangan untuk mengurangi dampak erosi pantai yang semakin parah setiap tahunnya,” ujar Ahmad Yuzar.

Erosi pantai di Kabupaten Bengkalis ini juga telah menyebabkan kerugian bagi para nelayan yang beraktivitas di sekitar pantai. Mereka harus merelakan sebagian wilayah tangkapan ikan mereka yang dulunya berada di dekat garis pantai.

Dalam upaya untuk mengatasi masalah erosi pantai ini, Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah melakukan berbagai langkah seperti pemasangan tambatan dan pengurugan pasir. Namun demikian, upaya tersebut masih belum mampu menghentikan laju erosi pantai yang terus terjadi.

Menurut data yang diperoleh, sebagian wilayah pantai di Kabupaten Bengkalis telah tergerus sejauh 5 meter dalam setahun. Hal ini menunjukkan tingkat erosi pantai yang sangat tinggi dan memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak terkait.

Para ahli lingkungan juga menyarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab utama dari erosi pantai ini. Dengan demikian, diharapkan dapat ditemukan solusi yang lebih tepat dan efektif untuk mengatasi masalah ini.

Erosi pantai di pulau Kabupaten Bengkalis, provinsi Riau, menjadi peringatan penting bagi kita semua akan pentingnya menjaga ekosistem pantai dan laut. Diperlukan kerjasama dari berbagai pihak untuk melindungi garis pantai agar tidak semakin tergerus oleh laju arus dan gelombang yang semakin meningkat.