Kawanan Gajah Sumatera yang mengamuk di permukiman warga Desa Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, dipicu oleh upaya penyelamatan satu ekor anak gajah yang terperosok ke dalam lubang pembuangan kotoran (septic tank). Peristiwa tersebut merupakan bentuk reaksi naluriah kawanan gajah untuk melindungi anggota kelompoknya. Bupati Siak Afni Zulkifli menjelaskan bahwa selama ini, gajah-gajah tersebut hanya melintasi kawasan tersebut tanpa mengganggu aktivitas warga. “Gajah ini sebenarnya tidak pernah mengganggu, biasanya hanya lewat saja. Kali ini mereka mengamuk karena ada anaknya yang terperosok ke dalam septic tank,” ujar Afni, Minggu (22/2/2026).
Anak gajah yang diperkirakan berusia satu bulan terjebak di dalam lubang, sehingga memicu kepanikan 11 ekor gajah lainnya. Kelompok gajah tersebut diduga berupaya mengeluarkan bayi gajah tersebut, namun gagal, yang kemudian memicu kerusakan di area sekitar. Upaya penyelamatan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), perangkat daerah, serta personel TNI dan Polri. Setelah melalui proses evakuasi, anak gajah tersebut berhasil dikeluarkan dalam keadaan selamat. “Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, anak gajah bisa dikeluarkan dan langsung dikembalikan ke kawanannya,” kata Afni.
Saat proses pelepasan, induk gajah dilaporkan langsung mendekat dan melindungi anaknya sebelum akhirnya membawa kelompok tersebut kembali masuk ke dalam hutan. Afni menekankan bahwa kejadian ini menunjukkan kuatnya insting perlindungan satwa liar terhadap keturunannya. Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan memastikan fasilitas rumah tangga, seperti lubang septic tank, tertutup rapat demi keamanan bersama dan keselamatan satwa.
Sebelumnya, kawanan gajah Sumatra merusak mes karyawan PT Arara Abadi di Desa Rantau Bertuah pada Ahad pagi. Insiden ini mengakibatkan lima unit rumah karyawan hancur dan sejumlah sepeda motor mengalami kerusakan berat akibat diinjak satwa bertubuh besar tersebut. (Bil)