Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Mukhlisin, berkomitmen untuk merevisi Peraturan Bupati (Perbup) terkait pelaksanaan Pacu Jalur. Langkah ini diambil guna mengaktifkan kembali penyebutan nama sponsor mendampingi nama asli jalur saat perlombaan berlangsung—sebuah praktik yang sebelumnya dilarang di era kepemimpinan Bupati non-aktif, Suhardiman Amby. Kebijakan pelarangan di masa lalu, yang awalnya bertujuan menjaga kemurnian nama tradisional jalur, rupanya berdampak signifikan pada pendanaan tim.

Plt Bupati Kuansing, Mukhlisin, menjelaskan bahwa keputusan untuk merevisi aturan tersebut lahir dari serapan aspirasi pengurus jalur dan masyarakat di akar rumput yang kesulitan menutup biaya operasional pacuan yang tinggi. “Kami mendengar langsung keluhan dari para pengurus jalur. Membuat dan merawat satu jalur, hingga memberangkatkan tim untuk bertanding, itu memakan biaya yang tidak sedikit, bisa puluhan juta rupiah. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus realistis dan akomodatif terhadap kebutuhan mereka,” ujar Mukhlisin saat ditemui di Teluk Kuantan.

Mukhlisin menambahkan, regulasi baru yang sedang dipersiapkan ini akan mengatur format penyebutan agar tetap seimbang. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga agar nilai sakral dan sejarah nama asli jalur tidak tenggelam oleh aspek komersial. “Perbup tersebut akan segera kita revisi. Teknisnya nanti diatur, nama asli jalur yang sarat nilai adat tetap menjadi yang utama, lalu diikuti oleh nama sponsor di bagian belakang. Dengan begitu, tradisi tetap terjaga, dan hak promosi para donatur yang sudah membantu pembiayaan juga terpenuhi,” lanjutnya.

Sebelumnya, pemberlakuan Perbup di era Suhardiman Amby sempat menuai pro dan kontra. Di satu sisi, aturan tersebut dinilai berhasil memurnikan identitas budaya Pacu Jalur dari komodifikasi berlebihan. Namun di sisi lain, aturan itu memicu lesunya keterlibatan dunia usaha, mengingat para sponsor merasa enggan menyalurkan bantuan finansial jika nama institusi atau produk mereka sama sekali tidak boleh disuarakan oleh komentator (reporter) di hulu dan hilir arena.

Dengan adanya rencana revisi ini, para pengurus tim jalur menyambut baik dan berharap regulasi baru dapat disahkan sebelum gelaran festival utama dimulai. Kembalinya ruang bagi sponsor diharapkan mampu menggairahkan kembali ekosistem pariwisata Pacu Jalur di Kuantan Singingi, sekaligus meringankan beban swadaya masyarakat dalam melestarikan tradisi tahunan tersebut.