Pada hari Minggu, 14 Februari 2021, dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Hotel Mulia Senayan, Dr. Tirta Mandira Hudhi, Ketua Panitia Penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, mengumumkan bahwa PON XX Papua 2021 akan ditunda hingga tahun 2022. Keputusan ini diambil sebagai langkah untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 yang masih belum terkendali di Indonesia.

Menurut Dr. Tirta, penundaan PON XX Papua 2021 merupakan keputusan yang sulit, namun sangat penting untuk keamanan dan kesehatan seluruh peserta dan masyarakat Papua. “Kami tidak ingin mengambil risiko yang bisa membahayakan nyawa orang banyak. Kesehatan dan keselamatan selalu menjadi prioritas utama kami,” ungkap Dr. Tirta.

Pada awalnya, PON XX Papua 2021 direncanakan akan digelar pada bulan Oktober 2021. Namun, dengan kondisi pandemi yang belum menunjukkan tanda-tanda penurunan, panitia penyelenggara memutuskan untuk menunda penyelenggaraan PON hingga tahun 2022.

Keputusan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Pemuda dan Olahraga. Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, menyatakan bahwa keputusan tersebut adalah langkah yang tepat dan bijaksana mengingat situasi pandemi yang masih belum terkendali.

Para atlet yang telah mempersiapkan diri untuk PON XX Papua 2021 juga memberikan respon positif terhadap keputusan penundaan ini. Mereka menyatakan bahwa kesehatan adalah hal yang utama dan mereka siap untuk terus berlatih dan mempersiapkan diri hingga ajang PON digelar pada tahun 2022.

Meskipun PON XX Papua 2021 ditunda, panitia penyelenggara tetap berkomitmen untuk menyelenggarakan ajang olahraga terbesar di Indonesia ini dengan sukses. Mereka akan terus bekerja keras untuk memastikan bahwa PON XX Papua 2021 berjalan lancar dan meriah saat digelar pada tahun 2022.