Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa partainya tidak akan memberikan dukungan kepada calon presiden dan wakil presiden yang berpotensi melanggar konstitusi. Hal ini disampaikan AHY dalam acara Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Partai Demokrat di Jakarta, Senin (12/4).

AHY menjelaskan bahwa Partai Demokrat memiliki komitmen yang kuat terhadap demokrasi dan supremasi hukum. Oleh karena itu, partainya tidak akan berpihak kepada siapapun yang memiliki niat untuk menyalahgunakan kekuasaan demi kepentingan pribadi.

“Partai Demokrat tidak akan pernah mendukung calon presiden dan wakil presiden yang berniat atau berpotensi melanggar konstitusi. Kita harus memastikan bahwa pemimpin yang dipilih benar-benar menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi,” tegas AHY.

Menurut AHY, Partai Demokrat akan selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan menjaga keutuhan negara. Dalam menjalankan proses demokrasi, partainya akan terus berkomitmen untuk memilih pemimpin yang memiliki integritas dan komitmen yang kuat terhadap keadilan.

“Kami tidak akan pernah berkompromi dengan siapapun yang berpotensi merusak fondasi demokrasi dan konstitusi kita. Partai Demokrat akan terus berjuang untuk kepentingan rakyat dan keadilan,” tambah AHY.

Dalam kesempatan yang sama, AHY juga menegaskan bahwa Partai Demokrat akan tetap menjaga netralitasnya dalam Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Partainya akan menunggu proses demokrasi berjalan dengan baik dan akan memberikan dukungan kepada calon yang terpilih dengan mekanisme yang sesuai dengan aturan.

“Kita harus menghormati proses demokrasi dan keputusan rakyat. Partai Demokrat akan tetap netral dan akan mendukung calon yang terpilih secara transparan dan jujur,” tutup AHY.