Sebanyak 12 warga di Provinsi Riau dilaporkan meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) selama periode Januari hingga April 2026. Fatalitas ini bersumber dari total 1.682 kasus yang kini menyebar merata di seluruh wilayah kabupaten dan kota di Riau.
Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengidentifikasi bahwa kondisi lingkungan yang tidak higienis menjadi pemicu utama masifnya perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli menegaskan, situasi ini memerlukan respons cepat dan kerja bakti massal dari masyarakat karena angka kematian sudah mencapai belasan jiwa dalam waktu empat bulan.
Kabupaten Rokan Hilir menempati posisi teratas dengan tingkat kerawanan tertinggi, mencatat 282 kasus dan menyumbang angka kematian terbanyak, yaitu empat orang. Wilayah perkotaan juga tidak luput dari ancaman; Kota Pekanbaru membayangi di posisi kedua dengan 251 kasus, disusul Kabupaten Bengkalis dengan 230 kasus dan satu korban jiwa.
Sebaran mortalitas lainnya tercatat di Kabupaten Kampar dengan tiga korban jiwa dari 165 kasus. Sementara itu, Kota Dumai (208 kasus), Kabupaten Rokan Hulu (98 kasus), Kabupaten Indragiri Hulu (80 kasus), dan Kabupaten Indragiri Hilir (81 kasus) masing-masing melaporkan satu kasus kematian.
Untuk wilayah yang belum mencatatkan korban jiwa namun memiliki angka penularan yang signifikan meliputi Kuantan Singingi dengan 130 kasus, Pelalawan 72 kasus, Siak 50 kasus, dan Kepulauan Meranti dengan 35 kasus.
Merespons ancaman yang terus meluas, Pemerintah Provinsi Riau telah menerbitkan surat edaran resmi terkait pengendalian dan peningkatan kewaspadaan DBD. Zulkifli mengingatkan warga bahwa fokus utama pencegahan saat ini bukan lagi sekadar area luar rumah, melainkan genangan air bersih di dalam ruang domestik yang kerap luput dari perhatian.
Wadah penampungan air seperti bak mandi, dispenser, sisa pembuangan kulkas, pot bunga, hingga tempat minum hewan peliharaan menjadi titik kritis yang paling disukai nyamuk pembawa virus dengue untuk bertelur. Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara mandiri di tiap hunian mendesak dilakukan guna memutus rantai penularan.