Puncak Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Senin (16/11) pagi. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, mengatakan bahwa letusan terjadi pukul 05.24 WIB. “Erupsi ini tercatat sebagai erupsi besar dengan tinggi kolom abu mencapai 4.500 meter di atas puncak,” ujar Hanik.
Gunung Semeru, yang merupakan gunung tertinggi di Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut, terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Erupsi ini menyebabkan hujan abu tipis turun di sejumlah wilayah di sekitar lereng Gunung Semeru, termasuk Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Raditya Jati, mengatakan bahwa hujan abu tipis akibat erupsi Gunung Semeru terjadi di beberapa desa di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. “Hujan abu tipis ini tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Raditya.
Meskipun begitu, masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk tetap waspada terhadap ancaman bahaya erupsi gunung api. Aktivitas pendakian ke Gunung Semeru juga ditutup sementara untuk keamanan pendaki. “Kami telah menutup jalur pendakian Gunung Semeru dari arah Malang dan Lumajang,” kata Kepala Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, John Kenedie.
Erupsi Gunung Semeru juga menyebabkan terganggunya penerbangan di Bandara Abdul Rachman Saleh Malang. Sejumlah penerbangan mengalami penundaan akibat cuaca yang buruk akibat hujan abu dari Gunung Semeru. “Kami telah mengimbau maskapai penerbangan untuk memperhatikan perkembangan cuaca dan memastikan keselamatan penerbangan,” kata Direktur Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Novan Herfiyantoro.
Pihak berwenang terus memantau aktivitas Gunung Semeru untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar gunung. Masyarakat diimbau untuk mengikuti arahan dan informasi resmi dari BPPTKG, BNPB, dan pihak terkait lainnya. Gunung Semeru sendiri merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia dan seringkali mengalami erupsi dengan intensitas yang bervariasi.