Pada hari Minggu, 10 Januari 2022, seorang petani di desa Sukamaju, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, bernama Budi Santoso (45), menemukan seekor harimau sumatera yang terluka parah di kebunnya. Budi Santoso mengatakan, “Saya sangat terkejut melihat harimau tersebut, dan saya segera melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang.”

Dilansir dari informasi yang diterima, harimau tersebut diduga terluka akibat perangkap yang dipasang oleh pemburu ilegal di sekitar hutan lindung. Menurut Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat, Ahmad Rifai, “Kami sedang melakukan investigasi lebih lanjut untuk menemukan pelaku yang bertanggung jawab atas tindakan ini.”

Tim medis dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat segera melakukan evakuasi terhadap harimau sumatera tersebut. Harimau yang diberi nama Haris ini kemudian dirawat di Pusat Penyelamatan Harimau Sumatera di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Menurut Dr. Andi Nur Bayhaqi, dokter hewan yang menangani Haris, “Kondisi harimau ini sangat mengkhawatirkan, namun kami akan melakukan segala upaya untuk menyelamatkannya.” Haris diperkirakan akan menjalani operasi untuk mengangkat perangkap yang masih menempel di tubuhnya.

Pada pemeriksaan lebih lanjut, tim medis menemukan bahwa Haris mengalami luka yang cukup serius di bagian kaki dan perutnya. “Kami juga akan memberikan perawatan intensif dan terapi untuk memulihkan kondisi Haris,” tambah Dr. Andi Nur Bayhaqi.

Kondisi Haris yang terluka parah membuat banyak orang tergerak untuk membantu dalam proses penyembuhan. Masyarakat sekitar dan pecinta satwa liar turut berpartisipasi dengan menyumbangkan dana dan peralatan medis yang diperlukan untuk merawat Haris.

Dalam upaya penyelamatan harimau sumatera ini, pemerintah setempat juga turut mendukung dengan memberikan izin dan bantuan logistik kepada tim medis dan petugas konservasi. Haris diharapkan dapat pulih dan kembali dilepas ke habitatnya setelah mendapatkan perawatan yang intensif.