Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca buruk yang mengancam sejumlah wilayah di Provinsi Riau, Sabtu (16/5/2026). Masyarakat diminta mewaspadai guyuran hujan lebat yang berpotensi memicu angin kencang serta petir, khususnya pada waktu pagi serta sore hingga malam hari. Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Yasir P menyatakan bahwa kerawanan terhadap cuaca ekstrem ini terpusat di lima daerah, yakni Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kampar, dan Kota Dumai. Kondisi tersebut dipicu oleh dinamika atmosfer yang memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan di wilayah-wilayah tersebut.

Pada pagi hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang disertai sambaran petir sudah mulai membasahi sebagian Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Kuantan Singingi, Kampar, dan Kota Dumai. Memasuki siang hari, cuaca diperkirakan sempat membaik dengan kondisi cerah berawan hingga berawan di seluruh wilayah Riau. Namun, potensi gangguan cuaca kembali meningkat saat sore menjelang malam. BMKG memproyeksikan wilayah Kabupaten Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Siak, Bengkalis, dan Indragiri Hilir akan kembali diguyur hujan berintensitas ringan hingga sedang. Baru pada dini hari, kondisi atmosfer mulai stabil dengan dominasi udara kabur hingga berawan.

Di sisi lain, parameter udara di Riau hari ini mencatatkan suhu lingkungan berada pada rentang 23,0 hingga 34,0 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara bergerak di angka 55 hingga 100 persen, diikuti pergerakan angin yang bertiup dari tenggara menuju barat daya dengan kecepatan berkisar 10 hingga 30 kilometer per jam. Sementara itu untuk sektor keselamatan bahari, BMKG memantau kondisi perairan di sekitar Riau masih relatif aman untuk aktivitas pelayaran. Tinggi gelombang laut di seluruh area perairan Riau diprediksi hanya mencapai 0,5 sampai 1,25 meter, yang dikategorikan dalam fase gelombang rendah.

Bersamaan dengan potensi hujan lebat, BMKG melalui pemantauan sensor satelit juga mendeteksi adanya indikasi kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan pembaruan data hingga pukul 23.00 WIB, ditemukan satu titik panas di Riau yang berlokasi di Kabupaten Indragiri Hulu. Titik ini menjadi bagian dari 39 titik panas yang tersebar di Pulau Sumatera, di mana sebaran terbanyak berada di Sumatera Selatan dengan 27 titik, disusul Jambi 4 titik, Aceh dan Lampung masing-masing 3 titik, serta Bangka Belitung 1 titik.