Seorang perwakilan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa gempa bumi dengan kekuatan 6,9 skala Richter mengguncang wilayah Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat pada hari ini, Senin (10/5) pukul 14.00 WIB. Gempa terjadi di kedalaman 10 kilometer dari permukaan laut.
BMKG menyebutkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Meskipun demikian, gempa tersebut dirasakan hingga ke wilayah-wilayah di sekitarnya, termasuk Bali dan sebagian Jawa. Beberapa bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat getaran gempa yang cukup kuat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat, Agus Riyadi, menyebutkan bahwa saat ini tim dari BPBD sedang melakukan pendataan kerusakan akibat gempa bumi tersebut. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat gempa ini.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan adanya gempa susulan. Pihak berwenang juga telah menyiagakan posko-posko pengungsian untuk memastikan keselamatan masyarakat yang terdampak.
Presiden Joko Widodo telah memerintahkan kepada semua instansi terkait untuk segera memberikan bantuan dan penanganan kepada masyarakat yang terdampak gempa di Lombok Utara. Beliau juga menegaskan pentingnya koordinasi yang baik antara semua pihak terkait dalam penanganan bencana ini.
Warga sekitar terlihat panik dan berhamburan keluar rumah saat gempa terjadi. Mereka mengungkapkan rasa khawatir dan ketakutan akan kemungkinan terjadinya gempa susulan yang lebih besar.
Menurut data BMKG, gempa ini merupakan gempa bumi tektonik yang terjadi akibat aktivitas sesar di wilayah tersebut. Wilayah Indonesia memang rentan terhadap gempa bumi karena letaknya yang berada di Cincin Api Pasifik.
Pemerintah terus mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam, termasuk gempa bumi. Pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat diharapkan dapat meminimalisir risiko dan kerugian akibat bencana tersebut.