Pada hari Minggu, 10 Oktober 2021, seorang perwakilan dari Dinas Kesehatan Jakarta Timur, dr. Cahya, mengungkapkan bahwa tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 di wilayah tersebut telah mencapai 90%. Hal ini disebabkan oleh lonjakan kasus Covid-19 yang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut dr. Cahya, peningkatan kasus ini terjadi akibat dari tingginya mobilitas masyarakat selama libur panjang dan kurangnya kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Ia juga menekankan pentingnya untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan guna memutus rantai penularan virus.

Dalam upaya menangani lonjakan kasus ini, Dinas Kesehatan Jakarta Timur telah melakukan berbagai langkah, seperti menambah kapasitas tempat tidur, memperbanyak tim medis, dan mendistribusikan obat-obatan serta alat kesehatan yang dibutuhkan. Namun, dr. Cahya juga mengingatkan bahwa masyarakat juga perlu berperan aktif dalam menekan penyebaran virus dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Jakarta Timur, Budi, menambahkan bahwa pemerintah daerah terus mengimbau masyarakat untuk tidak lengah meskipun telah mendapatkan vaksin. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga jarak, mencuci tangan, dan menggunakan masker dengan benar.

Dalam situasi yang semakin memprihatinkan ini, dr. Cahya juga mengingatkan bahwa tenaga medis di rumah sakit-rumah sakit rujukan Covid-19 mulai kelelahan akibat peningkatan jumlah pasien. Oleh karena itu, ia meminta dukungan dan kerjasama dari seluruh masyarakat untuk bersama-sama melawan pandemi ini.