Puluhan warga Desa Mekarsari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, terpaksa mengungsi akibat luapan Sungai Ciberang. “Kami tidak bisa tinggal di rumah karena air sungai sudah meluap dan mengancam pemukiman kami,” kata Siti, salah seorang warga Desa Mekarsari, Minggu (13/6).
Berdasarkan pantauan di lapangan, air Sungai Ciberang terus naik akibat hujan deras yang turun sejak Sabtu malam. Warga Desa Mekarsari pun berusaha menyelamatkan diri dan harta benda mereka. “Kami tidak punya pilihan selain mengungsi ke tempat yang lebih aman, semoga bencana ini segera berlalu,” ujar Siti.
Kepala Desa Mekarsari, Ahmad, mengatakan bahwa luapan Sungai Ciberang sudah mencapai ketinggian yang mengkhawatirkan. “Sungai sudah meluap dan merendam sebagian pemukiman warga. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk evakuasi warga yang terdampak,” kata Ahmad.
Pemerintah Kabupaten Bogor pun turut membantu proses evakuasi warga yang terdampak banjir. Bupati Bogor, Nurhayanti, meninjau langsung lokasi bencana untuk memastikan seluruh warga dapat dievakuasi dengan aman. “Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu warga yang terdampak banjir ini,” ujar Nurhayanti.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat banjir di Desa Mekarsari. Namun, kerugian materiil akibat banjir ini diperkirakan cukup besar. “Kami berharap warga dapat tetap tenang dan bersabar menghadapi bencana ini,” kata Nurhayanti.
Proses evakuasi warga terus dilakukan oleh tim gabungan dari pemerintah dan relawan. Mereka berusaha untuk memastikan seluruh warga dapat dievakuasi dengan selamat. “Kami akan terus berada di lapangan untuk membantu warga yang membutuhkan,” ujar salah seorang relawan yang terlibat dalam proses evakuasi.
Pihak berwenang juga sudah mulai melakukan langkah-langkah pencegahan lebih lanjut untuk mengantisipasi terjadinya banjir susulan. “Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan siap untuk memberikan bantuan lebih lanjut jika diperlukan,” ujar Nurhayanti.
Sementara itu, warga yang mengungsi di tempat yang lebih aman mulai menerima bantuan logistik dari pemerintah dan relawan. Mereka berharap situasi segera pulih dan mereka dapat kembali ke rumah masing-masing. “Kami berterima kasih atas bantuan yang diberikan dan berharap banjir segera surut,” ujar Siti.