Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Magister, Sarjana, dan Diploma Tiga ke-30 Tahun Akademik 2025/2026 pada Sabtu (9/5/2026) di Kampus Utama UMRI Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru. Sebanyak 418 wisudawan dan wisudawati dari sembilan fakultas serta sekolah pascasarjana telah diluluskan, terdiri dari 191 laki-laki dan 227 perempuan.
Rektor UMRI, Saidul Amin, menyampaikan bahwa jumlah wisudawan sebanyak 418 ini berasal dari 8 fakultas dan sekolah pasca sarjana. Mayoritas dari mereka beragama Islam, yaitu sebanyak 392 orang, sementara 24 orang beragama protestan dan 2 orang beragama Katolik.
“Keberagaman beragama ini mencerminkan suasana akademik UMRI yang inklusif dan harmonis serta mengutamakan nilai-nilai kebersamaan,” ujar Saidul. Dia juga menegaskan komitmen UMRI untuk terus meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan, dengan 32 Program Studi dan 2 program magister yang tersebar di 9 fakultas serta sekolah pascasarjana.
UMRI mencatat sejarah dengan melahirkan dua guru besar dari internal kampus pada tahun 2026. Rektor juga memberikan pesan kepada para wisudawan agar tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan kemanusiaan.
Kepala Kopertais Wilayah XII, Prof Leny Nofianti, mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan mengapresiasi para dosen yang telah mendampingi mahasiswa selama proses pembelajaran. Tugas perguruan tinggi saat ini bukan hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter.
Dr. Nopriadi, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, menyatakan bahwa UMRI saat ini sudah terakreditasi Baik Sekali dan diharapkan dapat meningkat menjadi Unggul dan Internasional. Ia juga mengapresiasi kemajuan UMRI sebagai kampus swasta dengan jumlah mahasiswa terbanyak kedua di Riau dan Kepulauan Riau.
Orasi ilmiah dalam sidang senat terbuka ini disampaikan oleh Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia. Dia menyoroti agenda pemerintah dalam membangun ketahanan pangan, kemandirian, dan kedaulatan pangan dengan memanfaatkan potensi alam Indonesia.
Program prioritas lainnya yang disampaikan adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan pemerintah ke depan. Arah kebijakan pangan nasional kedepannya meliputi penguatan lembaga dan ekonomi rakyat, peningkatan gizi, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.