Lahan pertanian di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, menjadi ladang harapan bagi para petani yang dengan penuh ketekunan dan adaptasi merawat tanaman sayuran. Kelompok Tani Mustang, binaan Lanud Roesmin Nurjadin sejak 2004, mengelola lahan pertanian seluas 35 hektare di belakang SMP Negeri 8 Pekanbaru.

Ari, pengurus Poktan Mustang Lanud Roesmin Nurjadin, menjelaskan bahwa bantuan alat dan mesin pertanian dari BRI telah diterima sejak empat tahun lalu. Pengolahan lahan pertanian ini terus berlanjut dengan harapan bantuan tersebut dapat berkesinambungan.

Dalam lahan pertanian seluas 35 hektare, terdapat aneka sayuran seperti kangkung, bayam, sawi, selada, pakcoi, dan jagung manis. Kelambu dipasang untuk meminimalisir hama dan memenuhi persyaratan ekspor tanpa pestisida.

Petani seperti Johan, yang dulunya buruh pabrik, kini menjadi petani yang mampu menghidupi keluarganya dengan hasil panen sayuran. Petani di Poktan Mustang, sebagian besar berasal dari luar Pekanbaru, bekerja sama dalam mengelola lahan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian mereka.

Bantuan alsintan dari BRI berupa corong, alat semprot, dan mesin air telah diberikan kepada klaster sayur Mustang pada tahun 2021. Para petani menjalankan kehidupan mereka dalam siklus tanam-menanam yang nyaris tak terputus, menciptakan ketahanan pangan dan keberlanjutan di tengah riuhnya aktivitas penerbangan di sekitar Lanud Roesmin Nurjadin.

Dari proses sederhana tanam-menanam ini, lahan pertanian di Lanud Roesmin Nurjadin bukan sekadar tempat bercocok tanam, melainkan menjadi ruang belajar, tempat bertahan hidup, dan ladang harapan bagi para petani. Meskipun dihiasi dengan deru pesawat yang terbang dan mendarat, para petani tetap setia menunduk ke tanah demi menanam masa depan dari setiap benih yang mereka taburkan.