Pengiriman Cumi-Cumi Natuna Tembus Rp27,5 Miliar
NATUNA, SERANTAU MEDIA – Pada awal tahun 2026, hasil tangkapan cumi-cumi nelayan Kabupaten Natuna mengalami peningkatan signifikan. Data sertifikasi melalui PTK Online mencatat pengiriman cumi-cumi beku dari Natuna selama Januari hingga April 2026 mencapai 1.125.014 kilogram atau sekitar 1.125 ton dengan nilai ekonomis mencapai Rp27,5 miliar.
Penanggung Jawab Satpel Natuna, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kepulauan Riau, Iwan Setiawan mengatakan peningkatan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi sektor perikanan dan ekonomi nelayan di Natuna. Menurutnya, terjadi lonjakan signifikan terhadap pengiriman produk perikanan, khususnya komoditas cumi-cumi.
Iwan menjelaskan bahwa hasil tangkapan nelayan di Natuna cenderung bergantian setiap bulannya berdasarkan jenis komoditas yang sedang meningkat. Sebelumnya, komoditas gurita dan tongkol juga mengalami peningkatan sebelum kini disusul cumi-cumi dan ikan bilis atau teri.
“Di Natuna ini segmentasinya setiap bulan bergantian. Kemarin gurita meningkat, kemudian tongkol, Selayang, mahan dan sekarang yang sedang berjalan itu cumi-cumi dengan bilis atau ikan teri. Jadi hasil tangkapan masyarakat terus meningkat,” ujar Iwan, Jumat 8 Mei 2026.
Untuk distribusi pengiriman, Iwan menyebut tujuan utama komoditas cumi-cumi beku dari Natuna saat ini didominasi ke DKI Jakarta dan Kalimantan Barat. Sebagian lainnya juga dikirim melalui Tanjungpinang dan wilayah sekitarnya.
Menurutnya, aktivitas kapal penangkap cumi-cumi di laut Natuna saat ini terpusat di Selat Lampa. Di lokasi tersebut dilakukan pencatatan dan pengawasan bersama oleh sejumlah instansi terkait seperti SKPT, Syahbandar perikanan dan PSDKP sebelum hasil tangkapan dikirim keluar daerah.