DUNIA medsos Riau sedang dihebohkan dengan video pendek yang melibatkan dua tokoh penting, yaitu Iwan Pansa dan Suparman. Iwan Pansa merupakan Ketua MPC Pemuda Pancasila Pekanbaru, sementara Suparman adalah mantan Bupati Rokan Hulu yang juga merupakan tokoh senior. Insiden terjadi di Kafe Wareh Kopi, Jalan Arifin Achmad, pada Sabtu sore pekan lalu. Dalam video tersebut, Iwan terlihat berdiri dan membentak Suparman yang sedang duduk santai bersama Taufik Tambusai.

Video tersebut segera menjadi viral dan menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat. Beberapa menyebutkan bahwa video itu menciptakan ketegangan antarsuku dan mengganggu marwah Melayu. Hal ini dianggap berbahaya karena bisa memicu konflik yang lebih luas.

Namun, Raja Asri Iqbal, Ketua Pemuda Melayu Nusantara (PMN) Riau, menegaskan agar bijak dalam menanggapi insiden ini. Ia menekankan bahwa masalah ini bersifat pribadi dan tidak perlu dikaitkan dengan nama suku Melayu. Edi Candra, Ketua Barisan Muda Kuantan Singingi Bersatu (BMKSB), juga menegaskan bahwa tidak ada penghinaan terhadap suku dalam video tersebut.

Iwan Pansa memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut. Ia mengakui perbuatannya dalam video tersebut namun menegaskan bahwa itu merupakan masalah pribadi dan tidak ada niat menghina suku Melayu. Ia merasa aneh jika dituduh menghina kaumnya sendiri karena ia sendiri berasal dari suku Melayu Deli.

Meskipun telah meminta maaf kepada masyarakat atas kegaduhannya, pihak Suparman memilih untuk melapor ke Polda Riau. Mereka merasa harga diri dan keamanan mereka terusik oleh insiden tersebut. Polisi kini bekerja ekstra untuk menjaga kamtibmas dan memproses laporan hukum secara profesional.

Masyarakat diharapkan tetap menjaga ketenangan dan menyelesaikan masalah dengan cara yang bermartabat. Damai diutamakan demi menjaga kedamaian daerah. Semoga masalah ini dapat diselesaikan dengan baik tanpa merusak tatanan persaudaraan yang sudah terjaga.