Pemko Pekanbaru berupaya mencari solusi konkret untuk mengatasi kemacetan di Jalan Soebrantas, terutama di kawasan Panam, dengan merencanakan pelebaran Jalan Bangau Sakti sebagai jalur alternatif. Pelaksana Harian (Plh) Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengatakan bahwa pelebaran jalan tersebut akan terhubung hingga ke Jalan Naga Sakti.

Tindakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, untuk memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Pemko Pekanbaru telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Radio Republik Indonesia (RRI) dan Universitas Riau (UNRI), karena sebagian lahan yang akan digunakan berada di kawasan tersebut.

RRI telah menyetujui rencana pelebaran jalan di area lahan untuk menara pemancar di Jalan Soebrantas-Jalan Bangau Sakti. Pelebaran tersebut direncanakan mencapai sekitar delapan meter dengan panjang kurang lebih 900 meter.

Ami, yang merupakan perwakilan dari Pemko Pekanbaru, menyampaikan terima kasih kepada RRI atas persetujuannya. Proses hibah atau pengurangan lahan akan dikomunikasikan lebih lanjut dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pekanbaru untuk memastikan semua tahapan sesuai ketentuan.

Pemko juga berkomitmen melakukan pengukuran detail terhadap lahan yang dibutuhkan untuk memastikan kebutuhan pelebaran jalan sesuai dengan kondisi lapangan. Namun, agenda pengukuran sempat tertunda akibat cuaca hujan, tetapi seluruh pihak terkait telah bersiap untuk meninjau lokasi.

Pemko Pekanbaru berharap proyek pelebaran Jalan Bangau Sakti dapat segera terealisasi untuk mengurangi kemacetan di Jalan Soebrantas. Selain itu, penataan infrastruktur pendukung seperti jaringan kelistrikan juga akan dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat. Ini merupakan bagian dari komitmen Pemko dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, baik dalam aspek administrasi maupun infrastruktur jalan.