Bupati Pelalawan, Zukri Misran, meminta penanganan segera terhadap kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di wilayah Pangkalan Kerinci dalam beberapa hari terakhir. Permintaan tersebut disampaikan pada rapat koordinasi lintas instansi di Kantor Bupati Pelalawan, Jumat (1/5/2026), yang dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, camat, kepala desa, serta perwakilan Pertamina Patra Niaga.
Zukri menekankan bahwa ketersediaan BBM merupakan kebutuhan vital yang sangat memengaruhi aktivitas masyarakat sehari-hari, mulai dari transportasi hingga kegiatan ekonomi. “BBM adalah kebutuhan dasar masyarakat. Penanganannya harus cepat agar tidak mengganggu aktivitas warga,” tegasnya. Ia juga mendorong percepatan proses pengurusan kuota distribusi agar pasokan BBM di wilayah tersebut dapat segera kembali normal.
Perwakilan Pertamina Wilayah III, Riza, menjelaskan bahwa penyaluran BBM dilakukan sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah, dengan pengaturan distribusi nasional di bawah kewenangan BPH Migas. Salah satu solusi jangka pendek yang dapat dilakukan adalah memperluas jangkauan distribusi melalui pembentukan sub-penyalur hingga ke tingkat desa.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah mengambil langkah antisipatif dengan menambah pasokan BBM, terutama jenis Pertalite dan Solar. Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyatakan penyaluran ditingkatkan hingga 20 persen dari rata-rata normal, khususnya menjelang libur panjang 1-3 Mei 2026.
Pertamina juga melakukan pemantauan intensif serta memperkuat koordinasi dengan lembaga penyalur guna menjaga kelancaran distribusi. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar distribusi tetap merata dan kebutuhan seluruh warga terpenuhi.
Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah daerah bersama Pertamina berharap distribusi BBM di Pangkalan Kerinci dapat segera kembali normal sehingga aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.