Praka Rico Pramudia, prajurit TNI Satgas Kontingen Garuda UNIFIL PBB, mengalami kecelakaan fatal dan meninggal dunia pada 24 April 2026 di Lebanon setelah diserang oleh tank Israel di dekat Al-Kushair. Hal ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabatnya.

Sebelum bergabung dengan TNI, almarhum bekerja sebagai tukang angkat dan dekorasi pelaminan untuk membantu usaha tetangganya. Ngadinah, tetangga orang tua almarhum, mengungkapkan bahwa almarhum pernah membantu anaknya dalam usaha tersebut selama sekitar satu tahun.

Ngadinah mengenang almarhum sebagai sosok yang ramah dan baik dalam bergaul. Terakhir kali bertemu saat Lebaran 2025, ia menyampaikan kesan baiknya terhadap almarhum.

Marjuki, seorang warga lain, mengungkapkan bahwa sebelum bergabung dengan TNI, almarhum biasa mencari rumput untuk memberi makan kambing peliharaannya.

Praka Rico Pramudia merupakan anak bungsu dari sembilan bersaudara dan memiliki saudara kembar perempuan bernama Rica. Ia juga meninggalkan seorang anak laki-laki yang masih balita.

Sejak Jumat malam hingga Minggu malam, keluarga dan warga sekitar menggelar tahlilan di rumah duka untuk mendoakan almarhum. Tenda telah dipasang di rumah orang tua almarhum, dengan papan bunga ucapan duka cita dari Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan pihak lainnya.

Belum ada keterangan resmi dari pihak TNI di rumah duka terkait insiden yang menewaskan Praka Rico Pramudia. Kejadian ini menambah daftar prajurit TNI yang gugur di Lebanon, dengan total empat personel dilaporkan meninggal dunia saat bertugas menjaga perdamaian di wilayah tersebut.