National Summit Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (APPMBGI) di Jakarta Timur menghasilkan pesan kuat yang harus dijadikan perhatian, yaitu bahwa urusan perut anak bangsa tidak boleh disamakan dengan periode jabatan politik, melainkan harus melampaui itu. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum APPMBGI, Abdul Rivai, dalam acara tersebut yang dihadiri oleh ribuan anggota APPMBGI.
Rivai menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus terus berlanjut hingga 25 tahun ke depan, bukan sekadar program numpang lewat. Menurutnya, menghapus stunting tidak bisa dilakukan secara instan dan membutuhkan konsistensi satu generasi penuh.
Acara ini dihadiri oleh lebih dari 2.000 pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari berbagai daerah, termasuk rombongan besar dari Riau. Mereka menyatakan bahwa MBG bukan hanya sekadar pembagian nasi kotak, melainkan juga sebagai mesin penggerak ekonomi daerah.
Pemerintah turut mendukung program ini, dengan hadirnya Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Mentan Amran Sulaiman yang memberikan mandat untuk menjaga kualitas dan rantai pasok bahan pangan lokal. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, juga menitipkan standar tinggi untuk dapur gizi di seluruh wilayah.
Para pengusaha yang hadir juga membawa oleh-oleh berupa standardisasi keamanan pangan, konektivitas dengan koperasi dan peternak di daerah masing-masing, serta keyakinan bahwa mereka merupakan bagian dari sejarah besar bangsa. Mereka berkomitmen untuk menjaga api kompor di dapur-dapur gizi tetap menyala hingga 25 tahun ke depan.
Tantangan selanjutnya adalah menjaga agar anak-anak yang makan hari ini dapat tumbuh menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Rivai dan ribuan pengusaha dapur gizi sepakat bahwa hal ini harus dapat tercapai.