Pemanfaatan lahan pekarangan rumah sebagai apotek hidup kini didorong menjadi instrumen penguatan ekonomi keluarga sekaligus menjaga ketahanan kesehatan. Langkah ini dipandang strategis sebagai solusi kemandirian pangan di tengah tuntutan efisiensi saat ini. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Riau, Evarefita, menjelaskan bahwa tanaman herbal seperti jahe, kunyit, lengkuas, hingga serai memiliki potensi pasar yang menjanjikan jika diolah menjadi produk bernilai tambah. Menurutnya, keterbatasan ruang bukan lagi penghalang untuk menciptakan sumber penghasilan baru dari lingkungan rumah sendiri.

Evarefita menyatakan, “Langkah nyata ini tidak hanya mendukung kesehatan, tetapi memiliki peluang besar dalam meningkatkan ketahanan finansial keluarga.” Hal ini disampaikan saat membuka lokakarya daring pemanfaatan tanaman pekarangan yang disiarkan melalui kanal YouTube BPSDM Riau pada Jumat, 24 April 2026. Selain aspek ekonomi, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya transformasi digital bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

Meski tengah menjalankan tugas dari rumah atau work from home, para pegawai didorong untuk tetap produktif dan adaptif terhadap teknologi sebagai sarana peningkatan kapasitas diri. Evarefita menekankan bahwa optimalisasi teknologi dalam pembelajaran harus terus berjalan secara berkelanjutan. Melalui penguasaan kompetensi baru ini, ASN diharapkan mampu menerjemahkan pengetahuan teknis tersebut ke dalam tugas pokok dan fungsi mereka masing-masing.

Evarefita menambahkan, “Kami berharap ASN tetap produktif dan mampu mengikuti perkembangan teknologi, terutama dalam mendukung transformasi digital di lingkungan Pemprov Riau.” Melalui program ini, BPSDM Riau berupaya membuktikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat dilakukan secara inklusif, baik bagi aparatur maupun masyarakat luas, dengan berbasis pada potensi lokal yang tersedia di sekitar lingkungan tempat tinggal. (Bil)