TPK Kupang menggelar sharing session bertajuk “Budaya K3: Kunci Produktivitas dan Keselamatan Kerja” di area operasional terminal pada Kamis (23/4). Acara ini dihadiri oleh puluhan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya prosedur kerja aman, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta peran K3 dalam mendukung produktivitas dan keandalan operasional terminal.
Menurut Kepala TPK Kupang, Budi Santoso, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memprioritaskan keselamatan dan kesehatan kerja sebagai hal yang utama. Budi juga menekankan pentingnya budaya K3 dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.
Salah satu peserta sharing session, Ani Indrawati, menyambut baik kegiatan ini dan mengatakan bahwa peningkatan kesadaran terhadap K3 sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja di lingkungan terminal. Ani juga menambahkan bahwa penggunaan APD merupakan langkah yang sangat efektif dalam menjaga keselamatan para pekerja.
Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Kupang, yang menyampaikan dukungannya terhadap upaya TPK Kupang dalam meningkatkan budaya K3 di lingkungan kerja. Mereka berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan K3.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Serikat Pekerja TPK Kupang, Joko Susilo, menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Joko juga menyampaikan apresiasinya terhadap upaya perusahaan dalam meningkatkan kesadaran K3 di kalangan para pekerja.
Dengan adanya kegiatan sharing session ini, diharapkan bahwa budaya K3 akan semakin diterapkan secara disiplin oleh seluruh tenaga kerja di TPK Kupang. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan keandalan operasional terminal, serta mengurangi risiko kecelakaan kerja yang dapat terjadi.