Pemerintah Kota Pekanbaru melakukan uji coba operasional dua unit bus listrik pada koridor utama Trans Metro Pekanbaru (Trans Metro Pekanbaru) sebagai bagian dari upaya pembenahan sistem transportasi massal di ibu kota Provinsi Riau. Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyatakan bahwa bus listrik tersebut masih dalam tahap uji coba dan belum dibeli oleh pemerintah kota. Penggunaan bus listrik diharapkan dapat mengurangi emisi serta mengantisipasi potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

Kehadiran bus listrik ini juga merupakan bagian dari rencana peremajaan armada Trans Metro Pekanbaru sekaligus revitalisasi halte yang sedang dilakukan. Pemerintah kota sedang mengevaluasi sistem layanan, termasuk persoalan waktu tunggu bus yang dinilai masih cukup lama. Selain itu, Pemko Pekanbaru berencana mengembangkan pola pengelolaan transportasi berbasis skema Buy The Service (BTS), di mana operator akan dibayar berdasarkan jarak layanan operasional bus. Harapannya, sistem ini akan meningkatkan efisiensi dan ketepatan waktu pelayanan kepada masyarakat.

Dengan dilakukannya uji coba ini, Pemerintah Kota Pekanbaru berharap sistem transportasi umum menjadi lebih modern, tepat waktu, dan ramah lingkungan, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas layanan transportasi di Pekanbaru. Melalui langkah ini, diharapkan transportasi massal di kota tersebut dapat menjadi lebih efisien dan berdampak positif bagi lingkungan sekitar. Menurut Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, penggunaan bus listrik merupakan langkah strategis yang diambil untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Keputusan untuk melakukan uji coba ini merupakan langkah awal yang diambil oleh Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menyempurnakan sistem transportasi massal di kota tersebut. Diharapkan, dengan adanya bus listrik ini, masyarakat Pekanbaru dapat menikmati layanan transportasi yang lebih modern dan ramah lingkungan. Selain itu, Pemerintah Kota Pekanbaru juga tengah fokus pada evaluasi sistem layanan dan pengembangan pola pengelolaan transportasi berbasis skema BTS guna meningkatkan efisiensi dan ketepatan waktu pelayanan kepada masyarakat.