Mundurnya Rika Putra dari Gardu Prabowo menjadi sorotan terbaru. Rika Putra mengungkapkan bahwa alasan di balik keputusannya mundur adalah kesibukan kerja yang tidak memungkinkannya untuk fokus pada organisasi. Ia merasa bertanggung jawab moral untuk tidak membiarkan organisasi terbengkalai.
Dalam menghadapi vakum kepemimpinan yang diakibatkan oleh kepergian Rika Putra, DPN Gardu Prabowo di bawah arahan Ketua Umum Sugiono melakukan gerak cepat. Mereka telah menetapkan sosok pengganti untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Rika Putra, yaitu Rocky Ramadani.
Rocky Ramadani bukanlah sosok baru dalam organisasi. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Ketua OKK dan dikenal sebagai arsitek kaderisasi. Pengalaman dan pemahamannya yang matang terhadap struktur organisasi di Riau membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk mengisi posisi tersebut.
Penunjukan Rocky Ramadani sebagai pengganti Rika Putra bukanlah sekadar pergantian nama semata. Hal ini berkaitan dengan menjaga agar mesin organisasi tetap berjalan dengan baik dan solid, terutama menghadapi tantangan politik yang semakin berat di masa depan.
Rocky Ramadani menyadari bahwa tanggung jawab yang diembannya adalah amanah besar. Ia memiliki target yang jelas, yaitu menjaga soliditas organisasi, memperluas basis kader, dan mengawal agenda Asta Cita Presiden.
Serah terima Surat Keputusan (SK) dilakukan di Palembang, dimana Korwil Sumatera Gardu Prabowo, Irwansyah, secara langsung menyerahkan SK tersebut kepada Rocky Ramadani. Irwansyah juga memberikan pesan kepada Rocky Ramadani untuk terus menjaga semangat kader dalam organisasi.
Dengan adanya regenerasi kepemimpinan ini, Gardu Prabowo Riau kini memiliki nakhoda baru yang lebih muda dan progresif. Langkah-langkah strategis akan terus dilakukan untuk menjaga keberlangsungan dan kemajuan organisasi ke depan.