Tugu Tanjak di Pantai Selatbaru, Kabupaten Bengkalis, saat ini menjadi sorotan karena ornamen tanjak yang ada di tugu tersebut dinilai tidak lazim. Ornamen pucuk rebung pada destar tanjak seharusnya mengarah ke atas, namun pada tugu tersebut ornamennya justru mengarah ke bawah. Sejumlah masyarakat Bengkalis mengekspresikan ketidaksukaan mereka terhadap proyek tersebut, menyebutnya terkesan asal jadi.

Perihal posisi pucuk rebung yang menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Bengkalis, banyak yang menyayangkan ketidakhati-hatian pengawas dan kontraktor dalam pembangunan Tugu Tanjak. Seharusnya tugu tersebut menjadi ikon objek Pantai Selatbaru, namun kini malah menjadi bahan cemoohan masyarakat.

Salah seorang pejabat di Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bengkalis menyatakan bahwa urusan pariwisata berada di bawah kewenangan Alwizar selaku Kepala Bidang. Alwizar yang diminta konfirmasi terkait hal ini belum dapat dihubungi melalui telepon seluler karena ponselnya tidak aktif.

Warga Bengkalis, Hendri, juga turut angkat bicara terkait tugu tersebut, mengatakan, “Tugu apa namanya tu, pucuk rebungnya harusnya ke atas ini kok ke bawah.” Permasalahan ini juga menjadi perbincangan di media sosial, menunjukkan kekhawatiran dan ketidakpuasan masyarakat terhadap proyek pembangunan Tugu Tanjak di Pantai Selatbaru.

Dengan adanya kontroversi terkait ornamen tanjak yang dianggap tak lazim pada Tugu Tanjak di Pantai Selatbaru, diharapkan pihak terkait dapat memberikan penjelasan yang memuaskan kepada masyarakat. Sebagai ikon objek pariwisata, tugu tersebut seharusnya menjadi daya tarik dan kebanggaan bagi daerah, bukan malah menjadi bahan ejekan dan kritikan.