Kepolisian Daerah Riau memperkuat kerja sama internasional dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) dalam upaya pencegahan kejahatan lintas negara, terutama narkotika, terorisme, dan tindak pidana transnasional lainnya. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melakukan kunjungan kerja ke Malaysia dan bertemu sejumlah satuan elit PDRM, termasuk Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik (JSJN), Special Branch E3, unit counter terrorism E8, hingga jajaran Kepolisian Melaka.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penguatan pertukaran informasi intelijen, analisis jaringan kejahatan, serta kemungkinan kerja sama operasional dalam penanganan pelaku yang melintasi batas negara. “Kami ingin membangun kolaborasi yang lebih cepat, presisi, dan berbasis pertukaran informasi real time,” ujar Kapolda Riau.
Pertemuan juga membahas kejahatan penyelundupan manusia (people smuggling) serta jalur masuk ilegal yang melibatkan wilayah perairan perbatasan, termasuk kawasan Dumai. Kedua pihak menyoroti ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi berdampak lintas negara. Dibahas pula peluang patroli udara bersama untuk memantau wilayah rawan kebakaran dan kabut asap.
Dalam pertemuan lanjutan dengan unit counter terrorism E8 Malaysia, kedua negara menyoroti perkembangan pola radikalisasi baru yang menyasar generasi muda melalui media sosial dan permainan daring. “Kewaspadaan dan kerja sama intelijen sangat penting untuk mendeteksi dini potensi ancaman tersebut,” tegas Kapolda.
Kunjungan ini turut memperkuat hubungan historis dan budaya antara Riau dan Melaka yang dinilai menjadi modal sosial dalam mempererat kerja sama keamanan kawasan. Melalui rangkaian pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat memperkuat kolaborasi berbasis pertukaran intelijen, patroli bersama, serta pelatihan lintas negara guna menjaga stabilitas keamanan regional.