Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera di Provinsi Riau telah menuntaskan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Bengkalis setelah lebih dari sepekan berjibaku.
Operasi dianggap selesai setelah proses mopping up dan penilaian akhir dilakukan pada Kamis (9/4/2026) di Desa Kelemantan Barat.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyatakan bahwa operasi pemadaman karhutla di Bengkalis dianggap tuntas padam setelah proses mopping up dilakukan.
Pada tahap akhir operasi, tim fokus pada pendinginan dan langkah mitigasi dengan mengerahkan satu unit alat berat untuk membersihkan kanal dan membuat embung-embung air di Desa Kelemantan Barat.
Sebelumnya, alat berat digeser dari Desa Sekodi ke Kelemantan Barat karena kendala ketersediaan air, namun berhasil mengendalikan api yang mendekati kebun sagu milik warga.
Seluruh wilayah terdampak, mulai dari Desa Sekodi, Palkun, Kembung Luar hingga Kelemantan Barat, kini telah bersih setelah operasi pemadaman karhutla.
Dalam proses pemadaman, helikopter water bombing turut membantu dengan melakukan penyiraman dua kali pada siang hari dengan dukungan kondisi cuaca pascahujan.
Operasi modifikasi cuaca masih berlanjut guna membasahi lahan gambut dan mengisi sumber-sumber air di wilayah rawan karhutla meski api telah padam.
Kebakaran hutan dan lahan di Pulau Bengkalis mencakup lima desa selama lebih dari satu pekan dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan lebih dari 100 hektare.
Operasi melibatkan tiga regu Daerah Operasi (Daops) Siak dan satu regu bantuan kendali operasi (BKO) dari Daops Pekanbaru yang bekerja tanpa henti hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya.