Pekanbaru – Pemerintah pusat melalui BNPB telah mengirimkan satu unit helikopter water bombing untuk membantu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau. Helikopter tersebut, jenis MI-8AMT dengan registrasi RA-22729, akan digunakan untuk memadamkan api di wilayah terdampak. Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Jim Gafur, menjelaskan tentang kedatangan helikopter bantuan ini.

Dengan penambahan helikopter baru ini, provinsi Riau kini memiliki total empat helikopter untuk menangani Karhutla, terdiri dari dua unit patroli dan dua unit water bombing. Selain helikopter, penanganan Karhutla di Riau juga didukung oleh Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan. Tahap kedua kegiatan OMC sedang dilaksanakan, dengan fokus di wilayah pesisir, menyusul tahap pertama yang telah dilakukan sejak awal Februari 2026.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemadaman api dan mengurangi dampak kabut asap di provinsi Riau. Dengan adanya helikopter water bombing dan dukungan OMC, diharapkan penanggulangan Karhutla di Riau dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Hal ini merupakan upaya pemerintah dalam menangani masalah Karhutla yang terjadi di Riau.

Penambahan helikopter water bombing ini menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya penanggulangan Karhutla di Riau. Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat tim penanganan darurat dan meminimalisir kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah pusat terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan Karhutla di Riau berjalan lancar dan efektif.

Dengan adanya bantuan helikopter water bombing dan kegiatan OMC, diharapkan penanganan Karhutla di Riau dapat mencapai hasil yang optimal. Upaya ini dilakukan untuk melindungi lingkungan serta masyarakat dari dampak buruk kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah terus berupaya untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan masyarakat Riau terjaga di tengah ancaman Karhutla yang masih terus terjadi.