Bengkalis, Beritariau.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian utama di Riau, khususnya di Bengkalis. Upaya pemadaman terus diperkuat dengan pengerahan empat regu Manggala Agni di beberapa lokasi terdampak.
Operasi pemadaman difokuskan di beberapa desa, seperti Palkun, Sekodi, Kelemantan Barat, dan Kembung Luar. Menurut Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, tim baru memasuki hari pertama operasi di Desa Palkun dengan dukungan alat berat untuk pembangunan embung sebagai sumber air. Namun, kendala muncul karena ketersediaan air yang terbatas.
Di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, kebakaran berhasil dipadamkan setelah delapan hari penanganan intensif hingga status clean and clear. Sementara di Desa Sekodi dan Kelemantan Barat, upaya pemadaman terus dilakukan meski menghadapi tantangan berat seperti angin kencang dan keterbatasan sumber air. Water bombing pun dikerahkan untuk mempercepat penanganan.
Di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, kebakaran di Desa Gambut Mutiara juga berhasil dituntaskan setelah empat hari operasi gabungan. Selain pemadaman darat, modifikasi cuaca dilakukan melalui penerbangan penyemaian hujan, meski hasilnya belum optimal karena kondisi awan yang belum mendukung.
Kini, seluruh kekuatan pemadam kebakaran difokuskan di Bengkalis dengan total empat regu yang tersebar di titik-titik rawan. Meskipun berbagai tantangan masih dihadapi di lapangan, pemerintah berharap proses pemadaman dapat segera selesai.