Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengapresiasi kinerja ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang dinilai stabil dan positif. Apresiasi tersebut disampaikan dalam Musrenbang RKPD Kepri 2027 yang digelar secara daring dari Jakarta, Senin.
Kepri termasuk daerah dengan kapasitas fiskal kuat, hal ini tercermin dari kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 54,52 persen, lebih tinggi dibandingkan transfer pusat sebesar 45,44 persen. Sejumlah indikator makro menunjukkan kinerja baik, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 80,53, menempatkan Kepri di jajaran tertinggi nasional setelah DKI Jakarta dan DI Yogyakarta.
Bima menilai belanja daerah masih perlu dioptimalkan, dengan anggaran yang masih didominasi belanja penunjang seperti gaji dan operasional, yakni 40,20 persen di tingkat provinsi dan 49,50 persen di kabupaten/kota. Ia mendorong agar porsi anggaran untuk program yang berdampak langsung ke masyarakat diperbesar serta realisasi belanja ditingkatkan.
Pemerintah daerah diminta bersinergi mendukung program prioritas nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan memastikan kelancaran rantai pasok dari hulu hingga hilir. Musrenbang diharapkan bukan sekadar seremonial, melainkan forum kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak melalui pendekatan pentaheliks.
Bima menegaskan bahwa soliditas dan kekompakan seluruh unsur daerah menjadi kunci untuk mempertahankan capaian dan mendukung target nasional. Upaya ini diharapkan dapat terus berlanjut demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.