Pemerintah saat ini berencana menggarap potensi wisatawan Asia Tenggara (Short Haul) sebagai alternatif menurunnya kunjungan wisatawan dari Eropa, AS (Long Haul). Langkah ini diambil untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia.
Rencana ini merupakan upaya pemerintah untuk mengimbangi penurunan kunjungan wisatawan dari Eropa dan AS yang terjadi belakangan ini. Dengan menggarap potensi wisatawan Asia Tenggara, diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Tanah Air.
Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, potensi wisatawan Asia Tenggara sangat besar dan belum sepenuhnya dimanfaatkan. Oleh karena itu, pemerintah akan fokus untuk mempromosikan destinasi wisata di Indonesia kepada negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
“Kita lihat bahwa potensi wisatawan dari Asia Tenggara masih sangat besar. Oleh karena itu, kita akan terus berupaya mempromosikan destinasi wisata Indonesia ke negara-negara di kawasan tersebut,” kata Sandiaga Uno.
Pemerintah juga akan melakukan berbagai langkah untuk menarik minat wisatawan dari Asia Tenggara, seperti meningkatkan kerjasama dengan maskapai penerbangan dan agen perjalanan di negara-negara tersebut. Hal ini diharapkan dapat mempermudah akses wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan promosi melalui berbagai platform digital dan media sosial. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, diharapkan pesan promosi destinasi wisata Indonesia dapat sampai ke lebih banyak orang di Asia Tenggara.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia. Pemerintah optimis bahwa dengan menggarap potensi wisatawan Asia Tenggara, Indonesia dapat menjadi destinasi wisata yang diminati di kawasan tersebut.