Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat kesiapan armada udara guna memitigasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah “Bumi Lancang Kuning”. Satu unit helikopter tambahan dengan kemampuan pengeboman air (water bombing) dijadwalkan tiba di Pekanbaru pada Senin (6/4/2026) untuk memperkuat operasi pemadaman dari udara.

Penambahan unit ini merupakan respon atas usulan yang diajukan Pemerintah Provinsi Riau sejak awal Maret lalu kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Fokus utama penguatan armada ini adalah untuk mengatasi kebakaran di area-area yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran Provinsi Riau Edy Afrizal mengonfirmasi bahwa kepastian kedatangan helikopter tersebut telah didapatkan dari instansi terkait. “Sesuai rencana, helikopter tersebut tiba hari Senin. Penambahan ini sangat krusial mengingat beberapa titik api saat ini berada di wilayah dengan aksesibilitas yang sangat terbatas,” ujar Edy Afrizal pada Minggu (5/4/2026).

Hingga saat ini, tim satgas udara Riau sebenarnya telah menyiagakan tiga unit helikopter. Dua unit di antaranya berfungsi sebagai helikopter patroli milik Kementerian Kehutanan serta BNPB, dan satu unit lainnya adalah helikopter water bombing jenis Super Puma.

Meski demikian, Edy Afrizal menjelaskan bahwa keterbatasan peralatan dan beratnya medan bagi tim darat menjadi alasan utama perlunya penambahan armada udara. Ia mencontohkan kondisi di beberapa wilayah seperti Pelalawan dan Bengkalis, khususnya di Desa Teluk Lancar dan Kelemantan, yang lokasinya terisolasi dan berada di kawasan perbukitan.

“Kehadiran tambahan helikopter pengebom air ini diharapkan mampu meminimalkan risiko meluasnya kebakaran secara cepat, terutama di titik-titik yang tidak mungkin ditembus oleh personel darat,” tambah Edy Afrizal.

Strategi penggunaan armada udara ini menjadi tumpuan utama Pemprov Riau dalam menjaga stabilitas kualitas udara dan mencegah terjadinya bencana kabut asap yang lebih luas di awal tahun ini. (Bil)