Kebakaran lahan di Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis semakin meluas dan menghanguskan belasan hektar kebun warga. Memasuki hari ke-7 kebakaran, masyarakat dibantu TNI, Polri, BNPB, Damkar, Masyarakat Peduli Bencana, dan elemen lainnya terus berjibaku memadamkan api. Namun, sejauh ini belum nampak tanda-tanda api bakal padam secara menyeluruh. Kondisi diperparah karena lokasi kebakaran merupakan tanah gambut yang sudah kering karena sudah lama tidak turun hujan. Bahkan saat ini api sudah mendekati perkampungan yang membuat warga semakin khawatir atas keselamatan keluarga dan rumah mereka.
Warga Teluk Lancar meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkalis menurunkan alat berat untuk membuat parit agar kebakaran tidak semakin luas. Salah seorang warga Desa Teluk Lancar, Aini, mengatakan masyarakat sangat berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah berjibaku membantu pemadaman, tetapi ia berharap juga kepada pemerintah untuk bisa menurunkan bantuan alat berat supaya kondisi di lapangan bisa diatasi secara maksimal. “Menurut saya, sebaiknya Pemda menurunkan alat berat membuat parit untuk mencegah meluasnya kebakaran,” ujarnya kepada media ini, Kamis (02/04/2026).
Kapolsek Bantan Iptu Iskandar mengakui pihaknya masih kesulitan memadamkan api. Iskandar yang saat ini tengah berada di Pekanbaru karena ada urusan di Polda mengakui jika api sudah mendekati perkampungan. Terkait teknis pemadaman, ia menyampaikan bahwa disamping memadamkan lahan kebun yang terbakar, tim yang saat ini tengah berada di lapangan terlebih dahulu memadamkan api yang mengarah ke perkampungan untuk mengantisipasi agar api tidak menjamah rumah warga. “Kita dahulukan pemadaman api yang mengarah ke perkampungan agar tidak menjalar ke rumah warga,” kata Iskandar via sambungan telepon seluler pada Kamis pagi.
Iptu Iskandar mengatakan belum mendapat informasi terkait adanya permintaan alat berat dari warga. Namun demikian, pihaknya sangat mendukung permintaan tersebut. Untuk itu, ia berharap hal ini disampaikan saat ada pertemuan atau saat sama-sama memadamkan api. “Jika ada permintaan, sampaikan saja, biar kita koordinasikan dengan instansi terkait,” ujarnya.
Dijelaskan Iskandar, tidak turunnya hujan di sekitar kawasan membuat pihaknya kesulitan memadamkan api. Karena musim panas yang cukup panjang areal yang sudah padam, tak lama kemudian muncul lagi titik api. “Di desa lain turun hujan, disana (Teluk Lancar) tak ada hujan. Jadi di areal yang sudah padam, tiba-tiba muncul lagi titik api,” pungkasnya.
Terkait permintaan masyarakat tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bengkalis Salman hingga berita ini diturunkan, belum bisa dihubungi. Pesan WhatsApp yang dikirim belum dibaca, sementara saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, nomornya tidak aktif. (Rudi)