Pemerintah Kota Surabaya menetapkan status tanggap darurat banjir pada Kamis (4/2/2022) setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras selama beberapa hari terakhir. Keputusan ini diambil setelah banjir merendam sejumlah wilayah di Surabaya, termasuk Jalan Raya Darmo dan Jalan Raya Gubeng.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Bambang Haryo, mengatakan bahwa tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan sungai di Surabaya meluap. “Kami telah menetapkan status tanggap darurat banjir untuk memudahkan penanganan dan bantuan bagi warga yang terdampak banjir,” ujar Bambang.

Banjir di Surabaya juga menyebabkan beberapa rumah warga terendam air hingga ketinggian beberapa meter. Salah seorang warga, Siti, mengungkapkan bahwa banjir kali ini lebih parah dibandingkan dengan banjir sebelumnya. “Air masuk ke dalam rumah dengan cepat, kami harus segera mengungsi ke rumah tetangga yang lebih tinggi,” kata Siti.

Pengelolaan banjir di Surabaya menjadi sorotan setelah sejumlah warga mengeluhkan lambatnya respon dari pemerintah setempat. Hal ini dibantah oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan upaya maksimal dalam penanggulangan banjir. “Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bantuan dan evakuasi berjalan lancar,” ujar Eri.

Meskipun demikian, beberapa warga tetap merasa khawatir dengan tingginya intensitas hujan yang diprediksi akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan. “Kami berharap pemerintah bisa memberikan solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir di Surabaya,” kata Agus, seorang warga setempat.

Pemerintah Kota Surabaya pun telah menyiapkan sejumlah posko pengungsian dan bantuan bagi warga yang terdampak banjir. “Kami akan terus memantau perkembangan cuaca dan ketersediaan bantuan bagi warga yang membutuhkan,” ujar Bambang Haryo.

Hingga saat ini, petugas gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri terus melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir dan mendistribusikan bantuan ke lokasi-lokasi terdampak banjir. “Kami berharap situasi segera normal kembali dan warga dapat kembali ke rumah masing-masing dengan aman,” tutup Bambang.