DLHK Pekanbaru melakukan peninjauan ke Lapas Kelas IIA Pekanbaru pada Rabu (1/4/2026) untuk mengevaluasi sistem pengelolaan sanitasi limbah. Kepala Bidang PPLLB3 DLHK Pekanbaru, Agusalim, mengatakan bahwa hasil pengecekan menunjukkan adanya sejumlah kendala, terutama pada sistem perpipaan yang sudah tua dan banyak mengalami kerusakan.

“Kondisi bangunan yang sudah berusia puluhan tahun memengaruhi sistem sanitasi. Perlu dilakukan perbaikan infrastruktur seperti pipa, toilet, dan fasilitas pendukung lainnya,” ujarnya.

Selain perbaikan teknis, DLHK juga menekankan pentingnya peningkatan kebersihan oleh warga binaan, termasuk menjaga fasilitas sanitasi dan tidak membuang sampah ke saluran air. Agusalim menambahkan bahwa Lapas Pekanbaru juga perlu menambah kolam penampungan limbah karena jumlah penghuni yang melebihi kapasitas membuat volume limbah tidak sebanding dengan daya tampung yang ada.

“Penambahan kolam sanitasi menjadi kebutuhan mendesak agar pengelolaan limbah lebih optimal,” katanya.

DLHK Pekanbaru akan memberikan rekomendasi lanjutan kepada pihak lapas terkait langkah perbaikan yang perlu dilakukan. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau, Maizar, menyatakan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait limbah lapas.

Maizar mengakui kondisi lapas saat ini mengalami kelebihan kapasitas signifikan dengan jumlah warga binaan yang mencapai 1.934 orang, melebihi kapasitas awal sekitar 650 orang. “Kami berkomitmen melakukan pembenahan, termasuk memperbaiki sistem sanitasi dan merencanakan penambahan kolam penampungan limbah,” ujarnya.

Menurut Maizar, pihaknya akan berkoordinasi dengan DLHK Pekanbaru untuk merealisasikan perbaikan tersebut. Ia juga berharap adanya dukungan anggaran dari pemerintah daerah guna mendukung pembangunan fasilitas sanitasi yang memadai.