Pejuang karhutla, Muharmizan, dikabarkan telah wafat pada awal April 2026. Aktivitas titik panas kembali terpantau di beberapa wilayah di Pulau Sumatera, dengan Provinsi Riau mencatatkan jumlah terbanyak.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru pada Rabu (1/4/2026) menunjukkan bahwa Riau menyumbang 13 titik dari total keseluruhan di Sumatera. Kabupaten Bengkalis menjadi area dengan konsentrasi titik panas tertinggi di provinsi tersebut.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Bella Rizky Adelia, menjelaskan bahwa pengawasan melalui satelit terus dilakukan secara intensif sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). “Total titik panas di wilayah Sumatera hari ini terpantau sebanyak 34 titik,” kata Bella Rizky Adelia dalam keterangan tertulisnya.
Dari 13 titik panas yang terdeteksi di Riau, sebarannya mencakup tiga wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Bengkalis dengan 10 titik, Kabupaten Pelalawan dengan 2 titik, dan Kabupaten Rokan Hilir dengan 1 titik. Tingginya angka di Bengkalis kembali menjadi sorotan mengingat wilayah tersebut memiliki hamparan lahan gambut yang cukup luas.
Selain di Riau, sebaran titik panas juga muncul di lima provinsi lainnya di Sumatera. Meskipun intensitasnya lebih rendah, kemunculan serentak ini menuntut koordinasi lintas daerah dalam mitigasi karhutla. Adapun rincian titik panas lainnya di Sumatera meliputi Aceh 4 titik, Sumatera Barat 5 titik, Sumatera Selatan 5 titik, Kepulauan Bangka Belitung 5 titik, dan Sumatera Utara 2 titik.