Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) kembali menggeliat pasca libur Idul Fitri. Video viral pelaku PETI yang beroperasi dekat Gedung DPRD Kuansing memicu sorotan publik. Kini, aktivitas serupa terpantau marak di kawasan Simpang Cuko, Desa Pintu Gobang Kari, Kecamatan Kuantan Tengah.

Dua unit alat berat ekskavator terlihat beroperasi di kawasan Simpang Cuko, dekat dengan pemukiman warga setempat. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa aktivitas alat berat tersebut terpantau selama tiga hari terakhir dengan jadwal kerja yang terencana.

Warga melaporkan bahwa dua unit alat berat beroperasi di Simpang Cuko, satu unit di Batang Punggai Desa Koto Kari, dan satu unit lagi di Merbau Desa Pulau Godang Kari. Maraknya aktivitas PETI menggunakan alat berat di Kuansing dinilai tidak sejalan dengan program Green Policing yang digalakkan Kapolda Riau.

Publik menyoroti lemahnya pengawasan dan penindakan terhadap aktivitas PETI di Kuansing. Peran Dubalang Kuantan sebagai lembaga adat yang seharusnya menjaga tatanan sosial dan kearifan lokal juga dipertanyakan.

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kapolres Kuansing, AKBP Hidayat Perdana SH, namun belum ada tanggapan resmi terkait langkah penindakan terhadap aktivitas PETI di Simpang Cuko. Kekhawatiran warga akan kerusakan lingkungan di wilayah Kari dan sekitarnya semakin meningkat jika pembiaran terus berlanjut.