Media sosial memainkan peran penting dalam menyampaikan informasi faktual kepada masyarakat terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penggunaan media sosial tidak hanya untuk mempublikasikan kegiatan, tetapi juga sebagai sarana edukasi untuk memperbaiki informasi yang keliru di masyarakat.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menyatakan bahwa masih ada anggapan yang salah bahwa program MBG akan mengakibatkan pengurangan anggaran pendidikan. Namun, Sony menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak ada pembahasan terkait pengurangan anggaran pendidikan dalam pertemuan yang telah dilakukan oleh BGN.
Kurangnya pemahaman masyarakat dan penyebaran informasi tidak akurat oleh pihak tertentu menjadi penyebab berkembangnya informasi yang salah. Oleh karena itu, Sony menekankan pentingnya bagi pelaksana program untuk aktif menyampaikan informasi yang benar kepada publik guna mencegah disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian yang dapat mengganggu jalannya program.
Sony menekankan bahwa media sosial harus dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat. Dengan informasi yang jelas, program MBG dapat dipahami secara menyeluruh dan tidak mudah dipengaruhi oleh informasi yang menyesatkan.
Sony meminta kepada seluruh pelaksana program untuk bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi yang benar kepada publik. Hal ini penting untuk menjamin bahwa program ini tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat dan untuk menghindari gangguan dalam pelaksanaannya.
Pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyampaian informasi yang benar kepada masyarakat menjadi kunci dalam mengatasi masalah informasi yang salah. Dengan demikian, program MBG dapat berjalan dengan lancar tanpa terganggu oleh disinformasi atau ujaran kebencian yang dapat merugikan program tersebut.
Sony menegaskan bahwa informasi yang benar dan akurat harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program ini. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami program MBG secara menyeluruh dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat dan menyesatkan.