Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam mengungkapkan bahwa kekeringan yang terjadi di Kepulauan Riau disebabkan oleh kondisi atmosfer yang kurang mendukung pembentukan hujan. Prakirawan BMKG, Riza Juniarti, menyebutkan bahwa kelembapan udara di lapisan atas yang rendah serta angin kencang menghambat terbentuknya awan hujan. Akibatnya, curah hujan sejak Januari hingga Maret 2026 terpantau minim.

Selain itu, potensi fenomena El Niño yang berada di kisaran 50–60 persen turut memperkuat kondisi kering di wilayah tersebut. BMKG memprakirakan cuaca cerah hingga berawan masih akan mendominasi Kepri hingga awal April 2026, dengan peluang hujan ringan yang bersifat lokal pada 30 Maret hingga 2 April di sejumlah daerah.

“P otensi hujan ringan ini di beberapa wilayah seperti Batam, Tanjungpinang, Bintan, Lingga, Karimun, dan Natuna,” ujarnya seperti dikutip dari detikcom.

BMKG juga mengingatkan potensi kekeringan berkepanjangan serta meningkatnya risiko titik panas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi kebakaran di tengah cuaca kering yang masih berlangsung.