Pemerintah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau menggelar shalat istisqa bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat sebagai upaya menghadapi musim kekeringan yang mengkhawatirkan selama satu bulan terakhir.
Shalat istisqa tingkat kabupaten ini dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Bintan pada Kamis (26/3) yang bertepatan dengan 6 Syawal 1447 Hijriah. Acara ini juga akan dilanjutkan di seluruh kecamatan di Bintan.
“Banyak upaya dan langkah strategis yang telah kita lakukan. Sebagai pelengkap dari semua upaya tersebut, kita melaksanakan shalat istisqa, memohon kepada Allah agar mengirimkan hujan dan mengakhiri kekeringan ini,” kata Bupati Roby Kurniawan setelah pelaksanaan shalat istisqa.
Roby menekankan bahwa shalat istisqa juga merupakan momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk memohon ampun dan memperbanyak istighfar atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Menurutnya, hujan adalah kehendak Allah SWT, dan tanpa izin-Nya, hujan tidak akan turun.
“Ikhtiar kita semoga diterima oleh Allah SWT. Semoga hujan segera turun dalam beberapa hari ke depan,” ucapnya.
Sebelumnya, Bupati Bintan telah memerintahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bekerja sama dalam menyalurkan air bersih kepada 24.479 kepala keluarga yang terdampak kekeringan.
Penyaluran air bersih dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada serta dukungan dari pihak swasta. Bintan juga memiliki sumber air lain selain dari PDAM, dan langkah jangka pendek ini dianggap perlu untuk mengatasi dampak kekeringan.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan menunjukkan bahwa 24.479 kepala keluarga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan. Data ini tersebar di seluruh kecamatan kecuali di Kecamatan Mantang dan Kecamatan Tambelan yang masih dapat ditangani.