PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI akan menghentikan operasional layanan internet banking secara bertahap mulai 21 April 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari transformasi digital perseroan untuk konsolidasi layanan perbankan ke dalam platform yang lebih modern.
Menurut pihak manajemen BNI, penutupan akses ini bertujuan meningkatkan kualitas pengalaman nasabah dalam bertransaksi secara digital. Proses penghentian layanan akan dilakukan dalam beberapa fase untuk memastikan kenyamanan pengguna.
“Akses layanan internet banking akan ditutup secara bertahap terhitung mulai 21 April 2026,” tulis manajemen BNI dalam pernyataan resmi, Senin (23/3/2026).
Nasabah perorangan diminta segera beralih menggunakan aplikasi wondr by BNI sebagai alternatif. Aplikasi ini diposisikan sebagai platform super app yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan finansial dalam satu ekosistem.
Dalam platform tersebut, nasabah dapat memanfaatkan tiga pilar fungsi utama. Pertama adalah pengelolaan transaksi harian, kedua fitur insight untuk memantau kondisi keuangan, serta fitur growth yang difokuskan pada perencanaan investasi jangka panjang.
Bagi nasabah dari kalangan dunia usaha, BNI mengarahkan penggunaan layanan BNIdirect. Platform ini khusus dirancang untuk kebutuhan korporasi serta pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) guna mengelola operasional bisnis secara daring.
BNIdirect menawarkan keunggulan berupa fitur transfer massal, otorisasi transaksi satu pintu, serta laporan arus kas yang komprehensif. Upaya ini diharapkan dapat mendorong efisiensi bisnis para mitra BNI seiring dengan perkembangan teknologi keuangan terkini. (*)